Tuesday, August 31, 2010

Jangan Potret Presiden Saat Makan

Sore itu, Selasa, 31 Agustus 2010, Pak SBY hadir dalam acara buka puasa bersama anak yatim piatu dan dhuafa di Jakarta Convention Center.
Semua berjalan seperti biasa...pengawalan super ketat; sebelum presiden datang, pembawa acara sudah memberitahu hadirin apa yang harus dilakukan ketika rombongan prsiden datang; kemudian pak Presiden datang segar bugar sambil melambaikan tangan tentunya.

Meski nampak seperti biasa, sebenarnya ada yang luar biasa, yaitu: Pak Presiden makan dihadapan ribuan orang dan sejumlah kamera. Menyaksikan pak SBY makan memang hal yang langka. Saya, rakyat jelata ini, juga baru tahu setelah belakangan keluyuran ke Istana.

Di Istana, ataupun di manapun, para wartawan dilarang mengabadikan gambar Pak Presiden yang sedang makan...entah dengan alasan apa. Memang ada gambar presiden sedang berada di depan meja makan dengan sejumlah hidangan tersaji. Namun, hampir tidak pernah ada gambar atau rekaman video presiden sedang melahap makanan.

Hal yang sama terjadi di JCC. Saat itu, Pak Yudhoyono duduk di panggung kehormatan bersama Ibu Ani dan sejumalah menteri. Panggung kehormatan itu menghadap ke 3.400 anak yatim piatu dan dhuafa yang duduk "lesehan".

Sejuk rasanya melihat menu buka puasa pak presiden sama dengan menu para anak yatim piatu. Meski menu itu tidak bisa dibilang sederhana dan bersahaja, pasti kejadian itu baik untuk citra presiden, apalagi sang pembawa acara mengumumkan hal itu melalui pengeras suara yang, tentunya, disambut riuh tepuk tangan para hadirin.

Sayangnya, kami tidak bisa mengabadikan pemandangan yang indah dan bersahaja itu. Tanpa diduga, salah satu anggota Pasukan Pengamanan Presiden berdiri sigap dan menunjuk ke seseorang yang berniat memotret Pak Presiden yang sedang berbuka. Setelah menunjuk, dia menyilangkan pergelangan tangan, menggelengkan kepala. Semua tahu itu adalah larangan memotret.

Benar saja, tak lama kemudian, anggota Paspampres yang lain menghampiri para juru kamera dan mengingatkan agar tidak merekam ataupun memotret presiden ketika sedang makan. Setelah kejadian itu, puluhan pasang mata Paspampres sigap bergerak memantau arah dan kerja setiap kamera.

Aku sendiri pingin banget memotret pak presiden sedang makan. Namun kuurungkan niat itu...khawatir kalau ditegur tentara dan bikin gaduh suasana.

Setelah tanya kesana- kemari, larangan memotret Presiden yang sedang makan itu bukan cuma berlaku pada masa pemerintahan Pak SBY. Kabarnya, aturan itu juga berlaku sejak presiden-presiden sebelumnya.

Aku teringat cerita tentang pengalaman menggelikan ketika sepupuku malu di depan umum pada saat dan setelah dia makan.

Mie ayam adalah makanan yang dia santap saat itu. Mie ayam adalah hidangan lezat bagi kami, bocah kampung, kala itu. Bahkan, untuk semangkuk mie ayam, kami rela naik bis ke kota.

Saking enaknya, sepupuku itu tidak peduli dengan mimik mukanya yang terlipat kesana kemari gara-gara berusaha mengurai serat daging ayam yang keras minta ampun itu. Akupun tertawa membayangkan muka sepupuku yang mendadak berubah bak juru pantomim.

Gelak tawaku kembali membuncah ketika mendengar cerita bahwa dia dengan percaya diri bertumpuk-tumpuk bercerita dan tertawa di dalam bus kota, meski daun bawang menyelip di sela gigi serinya. Aku sendiri malu membayangkannya.

Kembali ke Pak Presiden. Kabarnya, selain dilarang memotret presiden yang sedang makan, juru warta Istana juga tidak boleh memotret atau merekam gambar presiden yang sedang mengenakan sepatu. Entah kenapa...

Jadi, daripada berpanjang lebar, tak usahlah kita berharap bisa melihat presiden-presiden kita melahap makanan dan tanpa beralas kaki dengan bersahaja....sebersahaja presiden Bolivia Evo Morales yang sedang berbuka puasa bersama Presiden Iran Ahmadinejad,....atau sesederhana presiden Ahmadinejad yang sedang tidur...seperti dalam gambar berikut.






























Salam bersahaja.
F.X. Lilik Dwi Mardjianto




Sumber gambar:

http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://salim.usk.googlepages.com/iran-president-7.jpg&imgrefurl=http://salimkita.blogspot.com/2009/02/ahmadinejad-ingatlah-anda-tidak-lebih.html&usg=__pBeGDGIqcMASD7dabaXpj-fUC5g=&h=672&w=450&sz=39&hl=jw&start=21&sig2=brPyO1tQGh4cggaAohV-yg&zoom=1&itbs=1&tbnid=HBqr2RKGCgmuTM:&tbnh=138&tbnw=92&prev=/images%3Fq%3Dpresiden%2Bmakan%26start%3D20%26hl%3Djw%26sa%3DN%26gbv%3D2%26ndsp%3D20%26tbs%3Disch:1&ei=2QF9TKq_KYfJcYyUgPUF

dan

http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://ressay.files.wordpress.com/2008/09/nejad_morales.jpg&imgrefurl=http://ressay.wordpress.com/2008/09/&usg=__IlLdnSiZOSgsQoUGXjfHXRgCDrA=&h=418&w=600&sz=147&hl=jw&start=189&sig2=JErDSw2OUdwVbkzWaULF7g&zoom=1&itbs=1&tbnid=OtChfxwYdqnwHM:&tbnh=94&tbnw=135&prev=/images%3Fq%3Dahmadinejad%2Bmakan%26start%3D180%26hl%3Djw%26sa%3DN%26gbv%3D2%26ndsp%3D20%26tbs%3Disch:1&ei=FyZ9TI2PG8jIcdHHye0F

2 comments:

galih jati said...

Mas Lik, tulung fotoke akik e sek di enggo pak SBY!

Lilik said...

Sing jelas, akik pak BeYe mesti larang boss...hehe. Suwun Pak :)